Another one from Rabindranath Tagore

Bookmark and Share

>> 8.29.2010


Engkau meninggalkan aku dan meneruskan jalanmu.
Kukira aku akan meratapimu dan menempatkan arca rupamu semata dalam hatiku, terbuat dari nyanyian kencana.
Tetapi ah, nasibku yang buruk, alangkah singkatnya waktu.

Keremajaan susut tahun demi tahun; hari-hari musim semi melintas cepat; bunga-bunga yang rapuh mati dengan rela, dan si bijak memperingatkan padaku, bahwa hidup ini hanya setitik embun di atas bunga Seroja.
Akankah kulalaikan semua ini untuk memikirkan seseorang yang telah berpaling dariku ?
Akan kasar dan bodohlah itu, karena waktu itu singkat.

Maka datanglah, malam-malamku berhujan dengan kaki-kaki gemertap; senyumlah, musim gugurku kencana, datanglah, bulan April yang lalai, menebar-tebarkan ciumanmu merata.
Engkau datang, dan engkau, dan engkau juga!
Kekasihku semua, kalian tahu, kita sesama fana.
Adakah bijak, mematahkan hati sendiri untuk seorang, yang menjauhkan hatinya ?
Karena waktu itu singkat.

Adalah enak duduk di sudut merenungkan dan menuliskan dalam sajak, bahwa engkau adalah seluruh duniaku.

Adalah megah mendekap kesedihan sendiri dan memastikan tak akan terlipur.
Tetapi seraut wajah segar mengintai lewat pintuku dan membukakan matanya memandang mataku.
Aku pun hanya dapat menghapus air mataku dan mengubah nada laguku.
Karena waktu itu singkat.


Read more...

Read more...

Kumpulan Karya Mutiara Cinta Kahlil Gibran

Bookmark and Share

>> 8.23.2010

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu...
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana...
Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Cinta tidak menyadari kedalamannya dan terasa pada saat perpisahan pun tiba.
Dan saat tangan laki-laki menyentuh tangan seorang perempuan mereka berdua telah menyentuh hati keabadian.

Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang.

Salahlah bagi orang yang mengira bahwa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama dan rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan abad.

Cinta berlalu di depan kita, terbalut dalam kerendahan hati, tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan, atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya.

Setiap lelaki mencintai dua orang perempuan, yang pertama adalah imaginasinya dan yang kedua adalah yang belum dilahirkan.

Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, karena cinta itu membangkitkan
semangat, hukum-hukum kemanusiaan dan gejala alami pun tak mampu mengubah perjalanannya.

Aku mencintaimu wahai kekasihku, sebelum kita berdekatan, sejak pertama kulihat engkau. Aku tahu ini adalah takdir. Kita akan selalu bersama dan tidak akan ada yang memisahkan kita. Jangan menangis, Kekasihku...Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta.


Hanya dengan cinta yang indah...kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan. Apa yang telah kucintai laksana seorang anak yang tak henti-hentinya aku cintai.

Dan, apa yang kucintai kini… akan kucintai sampai akhir hidupku, kerana cinta adalah semua yang dapat kucapai...dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya.

Cinta yang dibasuh oleh airmata akan tetap murni dan indah senantiasa.

Jika manusia kehilangan sahabatnya, dia akan melihat sekitarnya dan akan melihat sahabat-sahabatnya datang dan menghiburnya. Akan tetapi apabila hati manusia kehilangan kedamaiannya, dimanakah dia akan menemukannya, bagaimanakah dia akan bisa memperolehnya kembali ?

Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.

Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.

Puisi bukanlah pendapat yang dinyatakan. Ia adalah lagu yang muncul daripada luka yang berdarah atau mulut yang tersenyum.

Bekerja dengan rasa cinta, bererti menyatukan diri dengan diri kalian sendiri, dengan diri orang lain dan kepada Tuhan. Tapi bagaimanakah bekerja dengan rasa cinta itu ? Bekerja dengan cinta bagaikan menenun kain dengan benang yang ditarik dari jantungmu, seolah-olah kekasihmu yang akan memakainya kelak.

Kata-kata tidak mengenal waktu. Kamu harus mengucapkannya atau menuliskannya dengan menyadari akan keabadiannya.

Alangkah buruknya nilai kasih sayang yang meletakkan batu di satu sisi bangunan dan menghancurkan dinding di sisi lainnya.


Read more...

Read more...

Karya Rabindranath Tagore

Bookmark and Share

>> 8.16.2010

Ingin aku mengucapkan kata-kata terdalam yang mesti ku ucapkan padamu, tetapi tak berani aku, karena takut engkau akan tertawa.
Itulah sebabnya mengapa kutertawakan diriku sendiri dan kuremukkan rahasiaku dalam bergurau.
Kuringankan kepedihanku, karena takut engkau akan membuatnya demikian pula.

Ingin aku menyampaikan kata-kata paling benar yang ingin kusampaikan padamu, tetapi tak berani aku, karena takut kalau engkau tak mau mempercayainya.
Itulah sebabnya mengapa kusamarkan kata-kataku dalam dusta, mengatakan yang sebaliknya dari apa yang kumaksud.
Kubuat kepedihanku aneh kelihatan, karena takut kalau engkau akan membuatnya demikian pula.

Ingin aku memakai kata-kata yang paling tepat yang kusediakan bagimu, tetapi tak berani aku, karena takut, aku tak akan terbalas dengan harga yang setara.
Itulah sebabnya kusampaikan kata-kata keras padamu dan kubanggakan kekuatanku yang kukuh padu.
Kulukai engkau, karena takut, engkau tak pernah mengenal kepedihan sedikit juga.

Ingin aku duduk membisu di dekatmu, tetapi tak berani aku, takut kalau hatiku terluncur ke bibirku.
Itulah sebabnya mengapa aku bicara dan mengoceh dengan ringannya dan menyembunyikan hatiku di balik kata-kata.
Kuperlakukan kepedihanku dengan kasar, karena takut, engkau akan memperlakukannya demikian pula.

Ingin aku pergi menjauh dari sisimu, tetapi tak berani aku, karena takut kecemasanku akan terbuka bagimu.
Itulah sebabnya mengapa kutegakkan kepalaku tinggi-tinggi, dan tak peduli datang aku ke hadapanmu.
Tusukan terus-menerus dari matamu membuat kepedihanku segar selalu.


Read more...

Read more...

Rindu Ayah

Bookmark and Share

>> 8.07.2010




Memandang fotomu ayah,

Menggetarkan jiwaku.


Mengingatmu ayah,

Menitikkan bulir air mataku.


Kerinduan medalam,

Meskipun aku sulit mencari bayangmu.


Hari ini ayah,

Wajahmu terus menari-nari menguasaiku.
AKU, RINDU AYAH....





Read more...

Read more...

Prahara Perempuan

Bookmark and Share

>> 8.02.2010


"Ibu..." terdengar suara lirih Yayat sambil berlari kecil menghampiri wanita tua itu. Wanita tua itu tidak sendiri, seorang gadis kecil mengapit erat tangan kirinya, wajahnya menyiratkan sebuah kerinduan yang tiada tara. Air mata Yayat terjatuh. Gadis cilik itu adalah anak dari buah birahinya dengan mas Doni, sepuluh tahun yang lalu.

"Ibu, sepuluh tahun sudah aku di Lembaga Permasyarakatan ini, apakah ibu sudi menerimaku menjadi seorang wanita seperti ibu.”
”Sudahlah nak, tidak ada yang perlu disesali, hidup akan terus berjalan, tegarkan hatimu, seperti karang ditengah lautan. Teguhkan langkahmu, seperti gunung yang selalu tegak teguh. Berbuatlah kebaikan, seperti matahari yang selalu bersinar demi manusia, tidak perduli manusia itu jahat ataupun baik.” kata-kata sejuk membuat Yayat semakin kuat memeluk kaki ibu dan menciumnya, air mata Yayat yang menetes semakin tak terbendung mengalir deras.

"Mohon ampun ibu...engkau adalah wanita yang terbuang oleh nasib,terasing oleh keluarga, terpasung oleh lingkungan. Namun engkau tetap berjalan merawatku, membesarkanku dengan cinta, mendidikku menjadi wanita yang sesungguhnya," bergetar sekujur tubuh Yayat menahan emosi.

"Ibu maafkan nak, dan meminta maaflah kau kepada Tuhan," suara ibu terbata-bata,
"Ibu, engkau dan anakmu ini, harus tetap berjalan lagi dan lagi, sampai kita tiada lagi Yat.” kembali terdengar suara ibu sambil membantu Yayat berdiri dan menghapus air mata Yayat dengan sapu tangan lusuh yang dikeluarkan dari tas kain sederhana.

Yayat kembali terbayang tragedi berdarah sepuluh tahun yang lalu, yang telah ia tebus di Lembaga Permasyarakatan ini. Masih terngiang makian ibu dikupingku.
”Sudah Ibu bilang, jangan dekati dia. Dia itu bajingan, keparat, maunya enak sendiri.” kata-kata ibu memaki mas Doni.
Apa yang salah dengan mas Doni. Bukankah dia orang baik, ganteng, bodi tegap, punya mobil, orang kantoran, banyak duit. Ah ibu, norak amat. Nggak tahu jika wanita zaman sekarang begitu susahnya mendapat jodoh.
"Coba lihat itu gadis-gadis yang sudah berumur. Pada antri semua untuk menjadi perawan tua. Ibu..ibu, bodoh amat sih. Aku kan wanita, susah nyari calon suami kayak dia," Suara hati Yayat membela diri.


Dibandingkan Pandi, "puih!!" pemuda kampungan itu, jika ingat dia rasa-rasanya aku mau muntah. Miskin, tidak berpendidikan, jelek!.., nggak ah. Mending aku bunuh diri dari pada harus menjadi istri Pandi.

”Yat, jangan mudah percaya dengan yang namanya lelaki. Mereka itu semuanya sama. Mau enaknya saja. Mereka itu bajingan.”
Ah ibu, lagi-lagi bajingan-bajingan, mentang-mentang ditinggal pergi bapak bukan berarti semua laki-laki itu bajingan, emang Yayat pikirin. Lagian mas Doni udah janji mau menikahi Yayat. Jika sudah nikah tentu ibu juga yang senang. Derajat kita akan naik, banyak harta, rumah bertingkat, perhiasan, teve, kulkas, makanan enak, semuanya ada. Kemana-mana naik mobil, nggak usah lagi naik angkot yang bikin Yayat pusing, sesak nafas. Andaikan ibu tahu, bagaimana mas Doni mampu membuatku jatuh cinta, semuanya terlalu indah untuk diungkapkan dengan kata-kata. Mas Doni merupakan pria yang paling hebat yang pernah kujumpai walaupun usianya sudah memasuki empat puluh lima tahun namun tetap gagah.

Yayat siap menghadapi Doni yang selalu ingin melampiaskan rasa cintanya kepada Yayat dengan letupan-letupan birahi nan membara hingga Yayat hamil, ya hamil. Benih Doni telah bersarang di dalam rongga tubuhnya, membentuk segumpal darah yang kata ibu adalah darah bajingan.

"Dasar wanita kotor, anak bodoh!!"
Ibu berkali-kali menampar wajahku, "Mas Doni udah janji akan menikahiku bu"
"Kamu tidak tahu siapa lelaki itu Yat," suara ibu tertahan...air mata ibu terjatuh.
Yayat tersentak, ketakutan melihat ibu menangis.
"Lelaki yang sangat kau cintai dan engkau bangga-banggakan selama ini, lelaki yang selalu menyebabkan ibu memarahimu dan engkau balas memaki ibu, adalah lelaki yang sama yang pernah memasuki tubuh emak dengan darah-darah birahinya, darah yang membentuk segumpal daging, daging yang membentuk sebuah orok manusia yaitu engkau, Yat. dia adalah ayah kandungmu!”

Seperti tersambar petir Yayat mendengar pengakuan ibu, ternyata ibu selama ini menyimpan sebuah kisah yang tak mampu ditahannya. Kisah perih sehingga ibu sangat membenci laki-laki terutama mas Doni.

Ooh Tuhan, berikanlah kami berkah dan ridho Mu dalam melanjutkan sisa hidup kami ini, mohon Yayat didalam hati. Berjalan pelan mereka meninggalkan tembok kokoh yang banyak memberi Yayat pelajaran-pelajaran hidup.

Read more...

Read more...